Dalam debam getar yang menghujam senja. Kulipat tangan mendekap dingin. Gerimis menghadirkan sejuk yang mengungkung daun-daun mahoni. Kusisir trotoar yang mulai basah. jejak kaki hilang terbilas air.
Debu jalanan setia mengekor di jalanan landai, mengikuti gerak air yang menari-nari. Tiba-tiba aku ingin berjalan dibelakangnya. Mengalir dan mengalir lalu berhenti di tapak kakimu.
Di mana kau berada pada setiap senja ini? Mungkinkah bisa kutemui jejakmu di jalanan landai, di mana debu bersatu dalam genangan air yang kecoklatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar