Inilah akhirnya. Aku mengakhiri jejak yang baru kutapaki. Bukan salahmu. Ini semua hanya karena aku yang tak mampu menyemai benih rindu di ladangmu. Apa dayaku kalu getarku tak lagi meletup untukmu.
Sia-sia kucoba membangun fondasi cinta ini sementara di atas segalanya aku terus mengasah nelangsa penantian yang kuiba-iba hanya untuk sebuah nama. Tak mau lepas sehingga menafikan adamu.
Maafkan untuk satu pilihan yang memang pahit ini. Tapi setidaknya, lebih baik semua terbuka sedari awal sebelum kebohongan meletup di penghabisan. Aku memilih untuk pergi karena tak mau menyakitimu. Aku memilih untuk mencintai satu nama meski hanya semu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar